Selasa, 24 September 2013

Choco-Banana Chiffon Cake

Chiffon adalah cake yang unik cara pembuatannya. Selain cara pencampuran adonan yg harus memisahkan antar kocokan putih telur dan adonan kuning telur, proses pematangan ketika cake keluar dari oven pun unik, aneh kalau saya bilang sih, :p. Kenapa aneh?Karena si loyang harus segera dibalik di atas botol *sambil bayangin yah* atau kalau loyang sudah berkaki cukup dibalikkan di atas kaki-kaki tersebut, sampai cake dingin, baru dikeluarkan dari loyang. Bingung ya?Hihii saya aja yang nulis juga bingung :D. Usut punya usut, cake ini diperlakukan seperti itu karena supaya tekstur cake yang lembuuuut dan termasuk tinggi ini bisa mempertahankan bentuknya. Oleh karena itu, loyang tidak boleh dipoles mentega di seluruh sisinya supaya si cake tidak melorot dan peyot. Ga cantik lagi kan kalau peyot. Hahaa, yuk mari cekidot resepnya. Saya copas dari mbah suhu saya mbak Neva *panggil2 pake speaker*, beliaulah yang mengajari saya membuat cake aneh ini. Eh tapi resep aslinya dari blog  mbak Rina Dapur Manis 

Choco Banana chiffon:

Bahan :
3 butir putih telur
1/2 sdt garam
1 sdt air jeruk nipis/cuka
75 gr gula halus
75 gr tepung terigu
2 sdm coklat bubuk
1 sdt baking powder --> skip
1/2 sdt soda kue --> skip
100 gr pisang ambon yang matang, haluskan
3 butir kuning telur
50 ml susu cair
50 ml minyak goreng

Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan suhu 160 derajat C. Siapkan loyang chiffon bongkar pasang, biarkan kering. Jangan dioles dengan minyak/margarin ! Panaskan loyang di dalam oven supaya memuai bagian sambungannya dan tidak bocor.
2.Kocok putih telur, air jeruk nipis dan garam sampai berbuih, masukkan gula pasir dalam 3 tahap sambil dikocok menggunakan speed agak tinggi sampai mengkilat dan kaku. Kocokan ini akan memakan waktu 4-5 menit jika menggunakan hand mixer. Sisihkan.
3. Campur susu dan minyak goreng, sisihkan
4. Dalam wadah yang lain campur terigu, baking powder dan soda kue sampai rata. Masukkan pisang halus dan kuning telur. Kocok menggunakan mixer speed rendah sambil dituangi campuran susu dan minyak goreng. Kocok sampai rata saja tidak perlu mengembang.
5. Masukkan 1/3 bagian putih telur kaku ke dalam adonan terigu + pisang, aduk balik menggunakan spatula sampai rata. Masukkan lagi 1/3 bagian putih telur kaku, aduk sampai rata. Terakhir masukkan lagi sisa putih telur, aduk rata.
6. Tuang kedalam loyang yang sudah dipanaskan. Panggang selama 90 menit (1 jam 30 menit ). Sentuh permukaan kue dengan jari. Jika membal dan kering, berarti sudah matang. Keluarkan dari oven.
7. Segera balik/telungkupkan loyang menggunakan kaki loyang. Jika loyang tidak mempunyai kaki, sangga menggunakan botol pada bagian yang berlubang dalam posisi dibalik. Biarkan dingin selama 1.5-2 jam. Kikis bagian tepi loyang menggunakan pisau tajam dan tipis. Kikis juga bagian tengah dan dasar loyang. Keluarkan dari loyang, potong dan sajikan



Seperti biasa, saya selalu berusaha untuk meminimalisasi pemakaian zat-zat tambahan, supaya generasi penerus bangsa tidak ketagihan terhadap zat-zat kimia sintetis tersebut. Pengaruh ke tekstur sih ga ya, cuma memang tidak terlalu mengembang tinggi layaknya cake yang memakai pengembang tambahan tersebut. Buat saya pribaadi sih ga masyalaaah ya, yang penting rasa tetap enak, hemat ga perlu jajan di luaran. Tetep dongs jadi emak harus iriiiittt... ˆˆ

Silahkan mencobaaaa...

2 komentar:

  1. Waahhhh speakernya berfungsi sempurna. Kedengeran sampe sini... Hihiii... Mba wiwiiiittt fotonya kereeennn ....

    BalasHapus
  2. Aiiiiiihhh jadi maluuuu,,,... Keren kan kaya orangnyaaa *ngumpet di balik wajan

    BalasHapus