Tibalah
saatnya saya curhat tentang WWL, Weaning With Love yang kontroversial ini.
Dibilang kontroversial karena menurut saya teori ini tidak bisa sejalan dengan
praktik yang saya dan beberapa ibu2 lakukan, ya kan bu?*caritemen. Yah namanya
juga teori kan ya, diambil dari mayoritas aja, mungkin saya termasuk minoritas,
jadi itu tidak berlaku bagi saya. Hadew, serius banget ya .
Lyra
sekarang berusia 27bulan, dan masih celalu cayang #salahfokus, maksudnya masih
nenen kalau mau tidur, masih cari-cari nenen kalau ngelindur tengah malam,
masih ngempeng kalau belum nyenyak tidurnya -___-. Semua sudah saya lakukan
(menurut saya sih :p) seperti membelikan minuman fav, susu kotak kecil UHT,
apalagi dingin, dia doyan banget, tapi tetep aja, habis susunya dia tetep minta
nenen. Ada yang bilang dibacakan dongeng, boro2 tidur nih anak malah jejeritan
"neneeeennnn" x.x. Lalu dipijetin, sudaaahh sampe emaknya ngantuk2,
dianya nyanyi2 sambil cerita, kadang ngajak mainan, kadang ngajak senam
>< dan kalau uda capek, "neneeeeennn" fiuhh. Kadang saya bilang
"yuk minum susu/air putih, enaknyaaa" dia jawab "iyaa, teluh
(baca:terus) nenen"
Sudah
setiap saat saya ingatkan bahwa dia sudah beranjak besar, dia sudah bisa
lari-lari (dia lalu beraksi lari-lari), sudah bisa lompat (langsung
lompat-lompat) , giginya banyak (langsung meringis nunjukin giginya) dll..,tapi
ya itu tadi, di kala kritis waktunya tidur teteeup teriak
"neneeeenn". Setelah curhat dengan beberapa teman yang kesulitan
menyapih anaknya bisa diambil kesimpulan bahwa memang tiap anak beda-beda. Dan
inti yang harus ditekankan disini adalah sapihlah anak jika anak anda sudah
siap. Sebenarnya dia sangat tahu sekali bahwa dia sudah waktunya disapih, tapi
ya itu, menurut curhat bersama teman bisa disimpulkan bahwa Lyra belum siap
untuk disapih, padahal saya uda siap banget, karena boyok ini udah ga kuat lagi neneni sambil miring. Rasanya kangen banget tidur sambil telentang dan tengkurep sesuka hati, ouw I miss that moment :p. Nah terus kapan nunggu dia siap ya?
Hanya dia yang tahu dong, huhuu. Sebagai ibu yang memang sekarang ini sendiri,
karena suami dinas jauh di luar kota semakin mempersulit keadaan, tidak ada
yang bantu dalam proses sapih ini. Hmm, nasib saya deh. Harus sabar sambil menunggu proses ini berjalan sesuai rencana Allah SWT aja.
Proses
menyapih ini sendiri butuh fisik dan stamina yang optimal. Dan saya merasa
tubuh saya selalu tidak bisa fit, selalu kecapekan, kebanyakan orderan kali ya,
hihii. Kalau itu harus disyukuri dong, mungkin memang saya harus banyak belajar
lagi tentang manajemen waktu, supaya semua kegiatan bisa dilaksanakan
sesuai rencana.
![]() |
| ini dia nih yang masih nenenaaan :D |
Btw, di satu sisi saya
masih ngerasa senang dan bahagia kalau si dd Lyra nenen, matanya itu lhoooo ga
nahan, langsung menatap mesra mata mamanya, sambil liyep-liyep menahan kantuk.
Apa ini bisa dibilang saya yang belum siap ya? Ahhh sudahlah yang penting saya
sudah berusaha, mudah-mudahan segala usaha saya ini dilancarkan oleh Yang Maha Kuasa, Amiinnn.
#balikngeloni







