Minggu, 26 Januari 2014

Weaning With Love #edisi curhat

Tibalah saatnya saya curhat tentang WWL, Weaning With Love yang kontroversial ini. Dibilang kontroversial karena menurut saya teori ini tidak bisa sejalan dengan praktik yang saya dan beberapa ibu2 lakukan, ya kan bu?*caritemen. Yah namanya juga teori kan ya, diambil dari mayoritas aja, mungkin saya termasuk minoritas, jadi itu tidak berlaku bagi saya. Hadew, serius banget ya .
Lyra sekarang berusia 27bulan, dan masih celalu cayang #salahfokus, maksudnya masih nenen kalau mau tidur, masih cari-cari nenen kalau ngelindur tengah malam, masih ngempeng kalau belum nyenyak tidurnya -___-. Semua sudah saya lakukan (menurut saya sih :p) seperti membelikan minuman fav, susu kotak kecil UHT, apalagi dingin, dia doyan banget, tapi tetep aja, habis susunya dia tetep minta nenen. Ada yang bilang dibacakan dongeng, boro2 tidur nih anak malah jejeritan "neneeeennnn" x.x. Lalu dipijetin, sudaaahh sampe emaknya ngantuk2, dianya nyanyi2 sambil cerita, kadang ngajak mainan, kadang ngajak senam >< dan kalau uda capek, "neneeeeennn" fiuhh. Kadang saya bilang "yuk minum susu/air putih, enaknyaaa" dia jawab "iyaa, teluh (baca:terus) nenen" 
Sudah setiap saat saya ingatkan bahwa dia sudah beranjak besar, dia sudah bisa lari-lari (dia lalu beraksi lari-lari), sudah bisa lompat (langsung lompat-lompat) , giginya banyak (langsung meringis nunjukin giginya) dll..,tapi ya itu tadi, di kala kritis waktunya tidur teteeup teriak "neneeeenn". Setelah curhat dengan beberapa teman yang kesulitan menyapih anaknya bisa diambil kesimpulan bahwa memang tiap anak beda-beda. Dan inti yang harus ditekankan disini adalah sapihlah anak jika anak anda sudah siap. Sebenarnya dia sangat tahu sekali bahwa dia sudah waktunya disapih, tapi ya itu, menurut curhat bersama teman bisa disimpulkan bahwa Lyra belum siap untuk disapih, padahal saya uda siap banget, karena boyok ini udah ga kuat lagi neneni sambil miring. Rasanya kangen banget tidur sambil telentang dan tengkurep sesuka hati, ouw I miss that moment :p. Nah terus kapan nunggu dia siap ya? Hanya dia yang tahu dong, huhuu. Sebagai ibu yang memang sekarang ini sendiri, karena suami dinas jauh di luar kota semakin mempersulit keadaan, tidak ada yang bantu dalam proses sapih ini. Hmm, nasib saya deh. Harus sabar sambil menunggu proses ini berjalan sesuai rencana Allah SWT aja.
Proses menyapih ini sendiri butuh fisik dan stamina yang optimal. Dan saya merasa tubuh saya selalu tidak bisa fit, selalu kecapekan, kebanyakan orderan kali ya, hihii. Kalau itu harus disyukuri dong, mungkin memang saya harus banyak belajar lagi tentang manajemen waktu, supaya semua kegiatan bisa dilaksanakan sesuai rencana.

ini dia nih yang masih nenenaaan :D

Btw, di satu sisi saya masih ngerasa senang dan bahagia kalau si dd Lyra nenen, matanya itu lhoooo ga nahan, langsung menatap mesra mata mamanya, sambil liyep-liyep menahan kantuk. Apa ini bisa dibilang saya yang belum siap ya? Ahhh sudahlah yang penting saya sudah berusaha, mudah-mudahan segala usaha saya ini dilancarkan oleh Yang Maha Kuasa, Amiinnn.

#balikngeloni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar