Senin, 30 September 2013

Renovasi Dapur (yang tak terencana) :p


Hai haaaiii..Lama juga ga update blog nih,,kangen juga cuap2 lagi disini. Beberapa hari yang lalu saya disibukkan dengan perombakan besar2an pada dapur saya #lebay. Ga sih, cm pindahin ini ke situ dan itu ke sana, gitu2 aja. Dan juga intinya adalah pembersihan, lap2, nyapu, ngepel, bersih2 lemari, bongkaran isi dan kemudian dimasukkan kembali.. Fiuhh.. Untungnya sudah ada si mbak yang dengan sukarela membantu *dibayar soalnya :p
Pertanyaannya adalah mengapa saya tiba-tiba bisa rajin beginiii,ahahahaa tentu saja karena niat alias kesambet penduduk dunia maya *positif yaa* karena atas pengaruh dirinya saya bisa jadi rajin membersihkan dapur dan ingin menciptakan dapur impian saya. Yaaa, saya tiba-tiba krentek (halah apa bhs indonesianya ini -__-), itu lho terketuk hatinya, untuk segera melakukan perombakan ϑi dapur kecil saya karena beberapa hal di bwh ini :
1). Saya diinvite teman untuk masuk grup di blackberry yang ternyata isinya dia jualan kitchen & houseware plus wallsticker yang lucu-lucu bangeeett. Langsung blink-blink mata ini *.*
2). Setelah kepincut dg beberapa items wallsticker saya berpikir pasti ini cocok ditempel di dapur mungil saya. Yap akhirnya saya memutuskan untuk order 2 buah wallsticker, 1untuk dapur yang 1 untuk kamar kk Echi
3). Selain kepincut dengan wallsticker yang unyu-unyu tadi, saya juga kesemsem sama penampakan oven putih nan sexy merk oxone *ga ngiklan lho*. Saya langsung simpan gambar oven tsb dan hampir beberapa jam sekali saya buka media card untuk memandangi cantiknya oven tersebut. *kode nih minta dibelikan :p
4). Setelah edisi kepincut yang tidak kunjung selesai saya malah melancarkan aksi meluncur ke dunia maya dengan mencari contoh-contoh dapur modern minimalis. Daaaannn huaaahhh mata ini blink-blink lagi melihat banyaknya gambar yang ditampilkan., salah satunya ada di web The Urban Mama. Saya ublek-ublek lagi dan yess menemukan obrolan para mamas tentang dapur mereka. Hikss hikss terharu sangat, karena dapurnya keren-keren, mupeng abis dah.
Begitulah kira-kira beberapa penyebab saya melakukan renovasi di dapur saya. Langsung keesokan harinya dengan bergandeng tangan sama si mbak saya mulai melakukan aksi *pasang iket kepala. Bongkar lemari satu per satu, bersihkan alas, cuci ulang piring2, gelas2, toples dkk. Setelah selesai, rehat sejenak dan saya memutuskan untuk melanjutkan besok. Capek boookkk *fiuhh
di saat rehat itu, saya kembali berpikir pake ngerutin dahi pula. Hmmm, wallsticker sudah diorder, tinggal kirim, beres. Alangkah lebih indahnya dapur ini kalau diberi gantungan buah/sayuran plastik, tapi harus pergi keluar dulu, itu deh yang bikin males. Sementara skip dulu. Ehh gambar oven itu kembali datang, haduuww, langsung deh saya pasang di Display Picture Blackberry saya dengan niat supaya papanya anak-anak baca keinginan saya itu :p. Daaann beberapa saat kemudian papaanya anak2 bbm saya menanyakan tentang harga, kapasitas, daya oven yang saya inginkan itu. Huaaahhh saya langsung sumringah pengen loncat2 tapi malu sama mbak, :D. Setelah saya jawab, papanya anak2 berpesan, "gapapa ma, yang penting watt nya ga lebih dari 500w". Glodakk..!! Huhuu, mana ada paa -_-. Akhirnya dengan beberapa kali pergolakan jiwa dan raga saya sempat mengurungkan niat beli oven itu *hiks dulu* ehh ternyata papanya anak2 kembali bbm "gimana ma, jadi pesan ovennya?" Hadeww bikin bingungisasi si papa nihh. Mungkin papanya anak2 juga ngenes ya liat istrinya tiap kali baking hrus gotong-gotong oven tangkring lelesan ibunya *hiks laagiii*. Trus dia bilang "ya uda ma, kalau emang pengen ga usah ditahan-tahan, beli aja" Yihaaaa direstui beneran loh sodara-sodara dengan perjanjian yang saya buat sendiri tapi nih, yaitu pakai uang arisan. Hahaaa gapapa dah yang penting tuh oven jatuh di pelukan :D. Langsung deh order ke teman, dan tunggu konfirmasi dari dia beberapa hari kemudia karena saya ngotot minta dicarikan yang putih.
Stelah deal dengan oven baru, saya tambah semangat dongs bersih2 dapurnya. Wallsticker sudah dikirim pak kurir, langsung deh saya pasang, naik2 dapur sampai2 si kecil Lyra pengen ikutan naik2, hihii, dd di bawah aja ya nak, mainan beras daripada gangguin >.<. Beginilah penampakan dapur saya dengan wallsticker ijo-ijo, yahh lumayan menyegarkan mata yaa. Ga sabar untuk meletakkan oven putih di bawah akar pohon itu.





Keesokan harinya si teman bbm ke saya bahwa dia hari sabtu mau ngecek ketersediaan barang yang berwarna putih itu, kalau ada dia akan langsung antar ke rumah. Wuihh senaaang dehh punya teman yang baiknya super gituu, thank ya Niaaa :*  . Beneran deh ga pake lama, besoknya pas hari Sabtu dia bbm kalau oven putihnya ada dan dia langsung capcuss ke rumah saya, wuuhh dag dig dug rasanyaa,, hahaa. Tak lama setelah dia tiba, angkut2, bongkar2, terjadi transaksi jual beli, deal tanda tangan nota, baca2 buku petunjuk lalu ditempatkanlah si oven di tempat yang telah disediakan. Masih sangat sederhana ya dapurnya, tapi perubahan kecil ini setidaknya membuat semangat saya naik lagi untuk menciptakan menu2 sehat dan fresh untuk keluarga, asyiiikk. 

ehh ada bayangan sapa tuh imut2 :p

Thanks to Pak suami papa Indra tercintaaaahh kecup-kecuup yang sudah merestui pembelian oven idaman hati. Thanks to my bestfriend Nia mommy Azzam, barang2mu ciamik tenan. Thanks to all yang sudah menyempatkan membaca sharing saya hari ini. Ini dia penampakan oven baru saya. Ga sabar untuk kenalan deh,, hihiii… Next episode, sharing hasil bakingan dengan oven baru yak. Jangan dilewatkan pemirsaaa.. hihihiii ^^

Selasa, 24 September 2013

Puding Choco-Corn

Puding adalah camilan yang jarang saya buat, karena memang dasarnya tidak terlalu suka puding. Ehmm bukan tidak terlalu suka tapi malas aja, apa karena terlalu gampang bikinnya ya jadi kurang menantang gituu..*sok banget. Tapi dipikir-pikir daripada tidak bikin cemilan sama sekali, atau nunggu saya bisa bikin cemilan tingkat tinggi ya sudahlah saya terjun membuat puding. Puding ini saya dapat resepnya dari grup fb HHBF, lalu saya modifikasi bentuknya, dikreasi sendiri gitu biar cantik *kaya saya #eh

Puding Choco Corn

Bahan:
1. puding coklat
- 200 ml susu UHT coklat
- susu kental manis coklat ~» skip
- 1 sdt agar- agar

2. puding jagung
- 250ml santan cair
- 2 sdm gula pasir ~» 1sdt aja
- 1 buah jagung manis
- 1 sdt agar-agar

Cara Membuat:
Lapis 1 :
- campur semua bahan 1 lalu masak sampai mendidih
- taruh di cetakan puding, dinginkan

Lapis 2 :
- blender jagung manis dengan santan
- masak jagung santan dengan agar- agar dan gula pasir sampai mendidih
- masukkan diatas lapisan puding coklat

bentuknya lucu kan? kan? kan???

Note : kalo saya lapisan pertama yang sudah jadi dilubangi dengan sedotan sebanyak 5buah (sesuai selera). Setelah sukses bolong baru lapisan 2 dituang
- dinginkan dan masukkan lemari es


Alhamdulillah anak-anak suka meski ga terlalu antusias juga sih,, tapi melihat bentuknya yang lucu, unik, polkadot dan sebagian saya cetak dengan cetakan bentuk buah-buahan. Mungkin untuk rasa jagungnya memang agak sedikit aneh, tapi tidak masalah juga sih, untuk variasi saja. Lapisan bisa diganti dengan berbagai macam jus buah/sayur, sesuaikan dengan kreatifitas yaahh . Selamat mencobaa..

Choco-Banana Chiffon Cake

Chiffon adalah cake yang unik cara pembuatannya. Selain cara pencampuran adonan yg harus memisahkan antar kocokan putih telur dan adonan kuning telur, proses pematangan ketika cake keluar dari oven pun unik, aneh kalau saya bilang sih, :p. Kenapa aneh?Karena si loyang harus segera dibalik di atas botol *sambil bayangin yah* atau kalau loyang sudah berkaki cukup dibalikkan di atas kaki-kaki tersebut, sampai cake dingin, baru dikeluarkan dari loyang. Bingung ya?Hihii saya aja yang nulis juga bingung :D. Usut punya usut, cake ini diperlakukan seperti itu karena supaya tekstur cake yang lembuuuut dan termasuk tinggi ini bisa mempertahankan bentuknya. Oleh karena itu, loyang tidak boleh dipoles mentega di seluruh sisinya supaya si cake tidak melorot dan peyot. Ga cantik lagi kan kalau peyot. Hahaa, yuk mari cekidot resepnya. Saya copas dari mbah suhu saya mbak Neva *panggil2 pake speaker*, beliaulah yang mengajari saya membuat cake aneh ini. Eh tapi resep aslinya dari blog  mbak Rina Dapur Manis 

Choco Banana chiffon:

Bahan :
3 butir putih telur
1/2 sdt garam
1 sdt air jeruk nipis/cuka
75 gr gula halus
75 gr tepung terigu
2 sdm coklat bubuk
1 sdt baking powder --> skip
1/2 sdt soda kue --> skip
100 gr pisang ambon yang matang, haluskan
3 butir kuning telur
50 ml susu cair
50 ml minyak goreng

Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan suhu 160 derajat C. Siapkan loyang chiffon bongkar pasang, biarkan kering. Jangan dioles dengan minyak/margarin ! Panaskan loyang di dalam oven supaya memuai bagian sambungannya dan tidak bocor.
2.Kocok putih telur, air jeruk nipis dan garam sampai berbuih, masukkan gula pasir dalam 3 tahap sambil dikocok menggunakan speed agak tinggi sampai mengkilat dan kaku. Kocokan ini akan memakan waktu 4-5 menit jika menggunakan hand mixer. Sisihkan.
3. Campur susu dan minyak goreng, sisihkan
4. Dalam wadah yang lain campur terigu, baking powder dan soda kue sampai rata. Masukkan pisang halus dan kuning telur. Kocok menggunakan mixer speed rendah sambil dituangi campuran susu dan minyak goreng. Kocok sampai rata saja tidak perlu mengembang.
5. Masukkan 1/3 bagian putih telur kaku ke dalam adonan terigu + pisang, aduk balik menggunakan spatula sampai rata. Masukkan lagi 1/3 bagian putih telur kaku, aduk sampai rata. Terakhir masukkan lagi sisa putih telur, aduk rata.
6. Tuang kedalam loyang yang sudah dipanaskan. Panggang selama 90 menit (1 jam 30 menit ). Sentuh permukaan kue dengan jari. Jika membal dan kering, berarti sudah matang. Keluarkan dari oven.
7. Segera balik/telungkupkan loyang menggunakan kaki loyang. Jika loyang tidak mempunyai kaki, sangga menggunakan botol pada bagian yang berlubang dalam posisi dibalik. Biarkan dingin selama 1.5-2 jam. Kikis bagian tepi loyang menggunakan pisau tajam dan tipis. Kikis juga bagian tengah dan dasar loyang. Keluarkan dari loyang, potong dan sajikan



Seperti biasa, saya selalu berusaha untuk meminimalisasi pemakaian zat-zat tambahan, supaya generasi penerus bangsa tidak ketagihan terhadap zat-zat kimia sintetis tersebut. Pengaruh ke tekstur sih ga ya, cuma memang tidak terlalu mengembang tinggi layaknya cake yang memakai pengembang tambahan tersebut. Buat saya pribaadi sih ga masyalaaah ya, yang penting rasa tetap enak, hemat ga perlu jajan di luaran. Tetep dongs jadi emak harus iriiiittt... ˆˆ

Silahkan mencobaaaa...

Selasa, 17 September 2013

Toilet Training (sharing)

Apa yang ada di benak anda jika mendengar kata Toilet Training? Seru, was2, takut, malas?? Hihiii sepertinya semua jawaban benar ya. Toilet Training adalah usaha untuk mengenalkan dan melatih anak supaya bisa buang air sendiri, baik BAK (Buang Air Kecil) maupun BAB (Buang Air Besar). Pelatihan toilet training itu sendiri memerlukan kesabaran dan kesiapan kedua belah pihak, yaitu ortu dan anak. Banyak sekali metode2 yang bisa dilakukan demi tercapainya TT tersebut, namun tetap pada intinya harus sabar, konsisten dan siap.
Saya sudah mengalami semuanya terhadap kedua anak saya, dengan cara yang berbeda. Mengapa?? Yap, karena tiap anak mempunyai karakteristik berbeda2 dan juga perlakuan saya terhadap kk (Echi) dan adek (Lyra) juga berbeda. Didasari oleh ketidaktahuan tentang toilet training itu sendiri, membuat masa2 TT Echi dulu penuh dengan emosi. Selain karena usia saya yang waktu itu terbilang sangat muda (ciyeee), 21th,  saya juga masih harus menempuh beberapa mata kuliah yang sempat saya tinggalkan sejak kehamilan sampai kelahiran Echi. Bisa dibayangkan dong ya galaunya saya. Tidak ada orangtua yang mendampingi. Adapun mertua tapi tidak tinggal seatap dengan kami.
Waktu itu terasa susaaaah sekali untuk mengajari Echi supaya bisa pipis di toilet, apalagi pup, haduww pe-er banget deh. Sudah setiap hari diajarkan tidak memakai pospak lagi, sudah diajari kalau mau pipis bilang, dia selalu mengangguk tanda mengerti tapi kenyataannya, waahh dia baru bilang pipis ketika air pipis sudah keluar mengalir ke lantai. Apalagi kalau mau BAB/pup, dia yang awalnya ceria tiba2 terdiam dan hening, ngeden di tempat, yess kecolongan lagi saya. Saya tidak terlalu ingat detailnya, namun kesimpulannya adalah susaaah sekali melatih echi TT dengan berbagai latar belakang tadi ya, mungkin ditambah dengan kondisi Echi yang belum siap. Susah, sedih, pengen marah, pengen nangis, apalagi memikirkan skripsi saat itu,, aaaarrghhhh rasanya pengen teriak2 jambak2 rambut.


yang akur ya anak2 mama :*

Berbeda sekali dengan proses TT yang dilalui adeknya, Lyra. Saat ini dia berusia 22 bulan kurang 5 hari. Sejak usia 21bulan dia sudah bisa lepas diaper sepanjang pagi-sore. Dan sekitar 2minggu setelah itu saya coba untuk lepas diaper saat tidur malam. Berhasil?? Tentuuu doong *jogedjoged. Bagaimana triknyaa? Begini, awal mulanya saya malah tidak berniat untuk mengajari Lyra TT mengingat usianya yang menurut saya masih kecil. Waktu itu akhir bulan yang menyedihkan, karena persediaan diaper lyra tinggal beberapa saja. Akhirnya nekatlah saya untuk tidak memakaikan diaper pada Lyra. "Sesekali aja lah", niat awalnya begitu. Awalnya dia tidak nyaman dengan kondisi itu, dia terlihat selalu memegangi celananya. Setiap saya tanya "dd mau pipis", dia mengulangnya "pipis". Akhirnya saya gotong sambil berlari supaya tidak kecolongan. Saya jongkokkan dan saya tunggu beberapa detik, "dah" kata dia. "Loh kok sudah dek, mana pipisnya?" Dia kekeh bilang "dah" -__-, owkay owkay, harus sabaar. *tarik nafas. Tidak lama kira2 1 jam saya tawarkan lagi untuk pipis, tanpa dia jawab langsung saya gotong dia *pemaksaan* dan yess dia pipis, giraaaang banget hati saya saat itu. Langsung saya puji dan saya cium rambu+keningnya,, sambil saya berkata "dd kalau mau e'ek disitu yaa", sambil nunjuk potty seat milik kk echi. Dia mengangguk "he'em". Semangat makin membara nih saya, perjuangan dimulai. Naik level, saya mencoba untuk tetap tidak memakaikan diaper saat tidur siang, namun diawali dengan pipis sebelum tidur, namun beberapa kali dia mengompol, hihii. Marahkah saya? Tidak..!! Kondisi saya saat ini benar2 siap untuk melatih Lyra TT begitupun sebaliknya, Lyra terlihat begitu antusias melalui training yang dia jalani, jadi saya harus sabar. 1minggu berlalu Lyra semakin nyaman dengan dirinya yang tanpa diaper lagi. Dia sudah bisa bilang "ma, pipis" walaupun kadang tidak setetespun yang keluar, tapi saya sangat bangga padanya. Begitu pula dengan pup nya, dia juga bilang "ma pipis" namun saya tahu kalau dia mau pup karena dia bilang sambil posisi jongkok dan hening. Setelah didudukkan di potty seat, dia pun pup. Naik level lagi, sekarang melatih tanpa diaper sepanjang hari, dengan melakukan kebiasaan baru. Sebelum tidur, pipis, cuci kaki, tangan, gosok gigi (semua dilakukan bersama2 kk nya). Dan dia sangat menikmatinya. Sukses kah? Pastiii,, beberapa kali saya pasang diaper sebelum tidur dan saya menemukan diaper nya masih bersih saat bangun pagi. Good Job, Good Girl..! Keesokan harinya saya lepas sama sekali, saya hanya memakaikan celana rangkap (CD dan celana tidur) diapun berhasil melaluinya. Beberapa kali dia gelisah, tengah malam dan teriak minta pipis. Dan pipislah dia dengan mata terpejam dan kepala goyang2, hahaa..,lucu sekali. Berhasil toilet training saya pada anak kedua ini, saya bersyukur diberikan kemudahan untuk menjalaninya. Selain ada kesiapan dari kedua belah pihak, adanya pendukung dalam hal ini kk echi tersayang, si adek jadi lebih mudah diarahkan. Mengapa tidak melibatkan papanya anak2? Karena beliau sedang menempuh sekolah lanjutan di luar kota. Namun saya yakin berkat doa beliau saya diberikan kemudahan menjaga anak-anak ketika beliau tidak bisa mendampingi, Love u papa :* . Eitss tapi jangan senang dulu, masih ada pe-er satu lagi, yaitu WWL, proses penyapihan dengan penuh cinta. Yang satu ini sepertinya prosesnya sangat tidak mudah, butuh proses panjang dan kesiapan mental dan fisik antara saya dan Lyra. Akankah berhasil?? Kita lihat saja nanti. Nantikan kabar terupdate selanjutnya yaaa... ^^


dd Lyra bangun tidur nihh :*



Note : Kesimpulan dari sharing saya di atas adalah Toilet Training adalah proses alamiah yang pasti akan dilalui anak, berapapun usianya. Pahamilah bahwa karakteristik anak satu dengan yang lainnya tidak sama. Oleh karena itu, persiapkanlah sesuatu dengan sebaik-baiknya, agar proses yang dijalani sesuai dengan yang diharapkan dan hasil yang didapat juga maksimal. Salam semangat Toilet Training moms..!! #cheers dulu dongs \^^/

Senin, 16 September 2013

Oatmeal Banana Cookies (eggless, glutenfree)


A cookie monster, mungkin itu adalah gelar terbaru yang pantas disematkan pada saya, mengapa begituu?Yaa, karena saya suka sekali cookies, apalagi yang enak dan tidak mahal *teteppelit :p. Berhubung beberapa kali mencoba membuat cookies, dari mulai menggunakan tepung terigu biasa, tepung gff mix, tepung mocaf, dan dengan hasil yang sangat super ataupun bahkan sangat menyedihkan sekali. Cookies gosong, sepoh (apa ya, hambar gitu), seret, tengik (ouch) sudah jadi makanan sehari-hari. Maka dari itu, pembelajaran yang dapat kita ambil bahwa kalau baru pemula jangan coba-coba deh modifikasi resep, jadinya ya gitu dehh, hahahaaa. Nah, kemarin saya tertarik untuk mencoba membuat cookies dari oatmeal tapi yang renyah bin crunchy, karena dulu pernah membuat oatmeal cookies yang melempem, chewy ya istilahnya, yang sangat tidak cucok sama lidah saya dan anak-anak. Setelah googling kesana kemari akhirnya tertambat pada resep Ida’s Kitchen seperti yang pernah saya post sebelumnya di sini, dan saya menemukan harta karun yang menyilaukan mata. Yappp cookiesnya sangat renyah sekali, kriuk-kriuk, krenyes-krenyes, pokoke enak dehh. Setelah berhasil membuat Oatmeal chocochip cookies, saya memberanikan untuk memodifikasi resep *ciyeee. Saya menghilangkan telur dan menggantinya dengan sebuah pisang yang sangat matang. Kemudian saya mengganti terigu dengan tepung GFF mix, mengganti kacang almond dengan kenari (karena adanya Cuma itu :p ). Jadi cookies ini bebas telur dan bebas gluten ya, sangat cocok untuk anak yang punya alergi seperti anak2 saya. Resepnya puwersis yang kemarin dengan sedikit modifikasi dari saya. Here we goo…

Oatmeal Banana Cookies (eggless, glutenfree)

Bahan:
250 gr brown sugar  >> 100gr gula putih didrymill
225 gr butter, suhu ruangan  >> 110gr salted butter
1 butir telur uk besar  >> 1buah pisang yang sudah matang
1/2 sdt vanili bourbon  >> skip, lupaaaa
1/3 sdt garam (peres)  >> skip
175 gr tepung terigu  >> 100 gr tepung GFF mix*
1 sdt baking powder  >> skip
150 gr oatmeal  > 75gr quick cook oatmeal
150 gr choco chips  >> 50gr dcc cincang
100 gr kacang almond (optional), disangrai dulu supaya mudah saat dipotong/cincang  >> 50gr kenari

Cara membuat:
1. Kocok butter, dan gula hingga lembut dan rata.
2. Masukkan pisang kocok merata.
3. Masukkan tepung sedikit demi sedikit kedalam adonan, aduk rata.
4. Terakhir masukkan oatmeal, kenari cincang dan dcc, aduk rata.
5. Alasi loyang dengan kertas roti. Bentuk adonan bulat-bulat lebih besar dari kelereng dengan menggunakan 2 sendok kecil, beri jarak antara adonan ya...krn kuker akan melebar dan mengembang. Jika suka, adonan ditekan sedikiiit aja.
6. Panggang dalam oven dgn suhu 160 -170°c selama 10-15 menit atau hingga matang ( tergantung oven anda).
7. Biarkan kuker hingga dingin diatas kertas, setelah itu copotkan dan angin²kan sebentar diatas rak yang berjaring. Setelah itu dapat dimasukkan kedalam kaleng atau toples





Hasilnya sangat tidak mengecwakan, walaupun tanpa telur tanpa gluten tidak menubah komposisi apalagi rasa. Tetap crunchy, enak, ditambah wangi pisang yang semerbak. Enak deh pokonyaa. Selamat mencoba yaa..

*Note: Tepung GFF (Gluten Free Flour) mix adalah tepung yang bebas gluten. Gluten adalah protein yang terkandung dalam serealia seperti gandum. Nah protein ini susah sekali dicerna oleh lambung, sekitar 3hari baru bisa dicerna. Oleh karena itu adanya tepung GFF ini untuk menggantikan fungsi terigu, jadi bisa dikonsumsi aman setiap hari (tp jgn keseringan juga ya). Cara membuat GFF mix adalah dengan mencampurkan tepung terigu, tapioka/sagu/kanji dan tepung maizena denga perbandingan 7:2:1 untuk pembuatan Cake, dan 6:2:1 untuk cookies. Namun saya selalu menggunakan perbandingan yang 7:2:1 untuk cake maupun cookies, sudah kulino (baca:terbiasa) :p. Lain waktu akan saya ulas artikel lengkap tentang tepung GFF ini yaaa.. ^^

Minggu, 15 September 2013

Siomay Ayam Wortel

Kemarin, tepatnya tanggal 14 September tiba2 saya pengen banget makan siomay, secara ga pernah makan siomay yang enak, hikss..Akhirnya searching di mbah Google ketemu buanyaaak banget resep siomay bertebaran. Saya buka satu persatu (ga semuanya sih :p) dan hati tertambat pada blog Catatan Nina . Setelah baca2 wahh ternyata bahannya mudah apalagi cara membuatnya, plus sayuran lagi, langsung deh semangat membara pergi ke SPM beli kulit pangsit doloo. Terima Kasih buat mb Nina, resepnya saya bookmark dan bakalan jadi resep andalan nih. Here is the recipe ;)

SIOMAY AYAM WORTEL

Bahan :
200 gr fillet ayam, giling halus
(aku giling dengan sedikit air menggunakan blender) > saya giling tanpa air
3 buah wortel ukuran sedang, potong dadu kecil > saya diparut
5 sdm tepung kanji / sagu > saya pakai tapioca, krn ga punya kanji n sagu :p
(bisa ditambahkan bila suka yang lebih padat atau kenyal)
1 butir telur, kocok lepas
1 batang daun bawang, iris halus
4 siung bawang putih, haluskan
1 sdm kecap asin
1 sdt minyak wijen > skip (ga punyaaaa :’()
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk
10 lembar kulit lumpia
(aku pakai ukuran kecil 12x12 cm)

Taburan (optional) :
1 buah wortel, serut halus > skip juga

Cara Membuat :
- Panaskan kukusan hingga beruap banyak.
- Siapkan cetakan, oles tipis dengan minyak (aku memakai cetakan cup cake, bisa juga memakai cetakan plastik bolu kukus).
- Campur semua bahan menjadi satu, aduk hingga rata.
- Tata kulit lumpia di cetakan, tuang adonan secukupnya dan beri taburan. Lakukan hingga semua habis.
- Kukus hingga matang selama kurang lebih 25 menit.
- Angkat dan sajikan hangat dengan saus sambal atau bumbu kacang.



oiyaa, sausnya cuma saus sambal+mayo, males mau bikin sambel kacangnya :p


Hasilnyaaa, enaaaak bangeett kaya makan siomay yang pernah dioleh-olehin mertua dari malang dulu. Pas banget rasanya, Cuma kurang kenyal ya menurut saya dan kk, kk malah gamau isinya milihin kulitnya aja, mungkin terlalu lembek menurut dia, hmm. Ga kehabisan akal, digoreng lah buat lauk makan malam, daaan si kk doyaaann plus isinya dong, kan sudah ga lembek lagi. Selamat mencobaaa.. :))

Oatmeal Chocochip Cookies

Selamat pagiii, apa kabar semua, semoga dalam kondisi sehat wal’afiat ya, Amiinn.. Kali ini saya akan mulai share resep yang pernah saya uji di dapur tercinta. Kok pede banget sih??Ya karena saya merasa masih perlu belajar, jadi semua yang saya post disini yang pernah berhasil saya buat, hehee..Kalau saya yang amatiran begini bisa, andapun pasti juga bisa dong :D. Resep yang saya pilih adalaaaahhh Chocochip Cookies. Siapa yang ga suka cookies ini?Ga ada dongs. Dari tua sampai nak-kanak pun suka dengan cookies ini. Kalau beli yang sudah kemasan sih banyak ya, tapi kalau terus2an jebol juga kantong pak Suami nya, hehee. Eitss nanti dulu, nih resep ada campuran oatmealnya ya, jadi selain enak pastinya juga sehat buat jantung tapi tetep jangan berlebihan yaaa. Resep diambil dari blognya mbak Ida's Kitchen, tengkyu ya mbaak, resepnya endesss bangettt. Yuk mari cuss ke resep *ngweeeeeng

Oatmeal Choco Chip Cookies
Bahan:
250 gr brown sugar
225 gr butter, suhu ruangan
1 butir telur uk besar (saya pakai uk xxl, kira² 85 gr) ato 2 uk kecil , suhu ruangan
1/2 sdt vanili bourbon
1/3 sdt garam (peres)
175 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
150 gr oatmeal
150 gr choco chips
100 gr kacang almond (optional), disangrai dulu supaya mudah saat dipotong/cincang
Cara membuat:
1. Kocok butter, garam dan braun sugar hingga lembut dan rata.
2. Masukkan telur dan vanili, kocok merata.
3. Campur tepung dan baking powder, masukkan sedikit demi sedikit kedalam adonan, aduk rata.
4. Terakhir masukkan oatmeal, almond cincang dan choco chips, aduk rata.
5. Alasi loyang dengan kertas roti. Bentuk adonan bulat-bulat lebih besar dari kelereng dengan menggunakan 2 sendok kecil, beri jarak antara adonan ya...krn kuker akan melebar dan mengembang. Jika suka, adonan ditekan sedikiiit aja.
6. Panggang dalam oven dgn suhu 160 -170°c selama 10-15 menit atau hingga matang ( tergantung oven anda).
7. Biarkan kuker hingga dingin diatas kertas, setelah itu copotkan dan angin²kan sebentar diatas rak yang berjaring. Setelah itu dapat dimasukkan kedalam kaleng atau toples


super crunchy...enyaaakkk


Mudah kaaann??Pastinyaaa. Yang baru pertama coba-coba pasti bisa, dijamin langsung berhasil. Review sedikit ya, hasil cookies ini bener-bener crunchy, crispy, renyah, garing, kriuk-kriuk, pokonya paaaasss dengan selera saya dan anak-anak tentunya. Cuma agak kemanisan dikit, jadi teman-temin bisa mengurangi gula sesuai selera yaa. Selamat mencobaaa..:))

Sabtu, 14 September 2013

Belajar Masak Yuukk..!!

Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan adanya blog ini, saya mengumumkan dengan sedikit bangga (hahaha) bahwa saya sudah mulai bisa masak bahkan membuat kue, alhamdulillah yaa...
Awal mula kisah yang mengharukan ini dimulai ketika saya bergabung di sebuah grup Facebook yang berjudul (kasih tau ga yaaa :p ) Homemade Healthy Baby Food. Rasa penasaran saya yang menggebu-gebu membuat saya rajin sekali buka grup ini. Melihat, mengoprek-oprek isi file, dokumen yang berisi tentang asi-mpasi serta seluk beluk permasalahannya, album2 yang berisi puluhan resep2 masakan beserta foto yang menarik hati dan membuat iri (positif tapi yaa). Yess, saya jatuh cinta sama grup ini. Tiada hari tanpa mengintip grup yang satu ini karena memang tidak cukup sebulan bahkan mungkin setahun (lebay) untuk menghabiskan isi dokumen di grup tersebut.
Kemudian saya terinspirasi untuk mulai membuat cemilan2 lengkap bergizi untuk buah hati yang memang pada saat itu terserang GTM berats. Apa itu GTM?? Gerakan Tutup Mulut yang membuat para emak di dunia ini stress, mengerutkan dahi setiap masuk dapur karena bingung mau diberi makan apa ni bocah supaya mau makan. Satu persatu resep mulai saya coba. Saya ingat sekali dulu mencoba salah satu resep cookies di rumah mama, mudik dulu bo', karena memang saya tidak pernah membuat cemilan macam itu sebelumnya. Dan yess berakhir gagal, hahaaa.., adonan terlalu lembut sampai2 tidak bsa dipulung apalagi dicetak. Mama saya juga heran, masa expert di dunia perkukisan kok gagal membuat cookies resep mudah begitu. Ya sudahlah, kami tertawa bersama-sama pada saat itu sambil memakan (baca: memungut) cookies2 yang gagal namun tetep enak itu, hikss..
Kegagalan tersebut tidak membuat saya gentar, saya teteeep kekeuh mencoba satu persatu resep biarpun gagal tapi kalau tidak terlalu parah masih bisa dimakan kok, *pelitnya keluar :p .Saya coba membuat pastel tutup kentang, berhasil tapi anak2 tidak suka..,hadehh.. Akhirnya peri penyelamat datang dalam mimpi (bo'ong bangeeeettt :D) , saya menemukan seorang teman yang ternyata juga gabung di grup tersebut dan ternyata teman saya tersebut bakul kue alias Pembuat Cake, Cookies dkk itu, Mbak Neva namanya *dadah-dadah. Jingkrak-jingkrak lah saya, tak kuasa memendam perasaan saya bolak-balik PM teman saya tersebut, dan ternyata tidak ada balasan.., huaaaa *nangis guling2 deh. Namun tidak lama akhirnya mb Neva membalas pertanyaan2 saya, alhamdulillah ternyata beliaunya malah aktif di grup HHBF cabang Surabaya. Kopdar demi kopdar saya ikuti,, saya baru gabung di kopdar ke-3 yang kebetulan lagi mb Neva lah narsumnya, tentang cara membuat cake tanpa bahan pengembang kimia. Saya ikuti kopdar dengan sesama, bener2 blank tidak tahu apa2. Setelah itu saya menjalin komunikasi yang lebih intens dengan mb Neva (papa ga boleh cemburu yahh :p) dan lambat laun saya pun mulai bisa membuat cake, peluuukk mb Neva :*. Sampai sekarang saya tergabung dalam grup bb juga, bertemu dengan banyak pemula juga dan bahkan berkenalan sama banyak bakulan kue, syenang syekali deh. Apalagi saya sekarang bergabung dalam kepengurusan HHBF Surabaya, banyak teman, banyak ilmu, alhamdulillah bersyukur sekaliiii...
Bagi teman-temin yang mau gabung grup, hmmm rasa2nya agak susah soalnya membernya uda 50ribuan lebih loh,, tapi jangan kuatir, masih bisa gabung sama kita2 yang di Surabaya ini, okeh okehh... Salam sehat selalu yaaa... *kiss kiss
nuansa biru di rumah kayu ^^

















Holaaa, it's me Wiwit..^^

Assalamualaikum....
Hola teman-temin semuaaa... perkenalkan saya Wiwit Wulandari,, new comer nih di dunia blog. Uda lama banget sebenernya kepikiran mau bikin blog, tp maju mundur soalnya saya kan gaptek yah,, ihihiii.. Tp itu doloooo yaa, sekarang mau upgrade diri dong.., biar ga ketinggalaan :p
Saya ini ibu dari 2 anak, Shaula (5th) n Lyra (22bulan).., lg suka browsing tentang apaaa aja terutama tentang makanan, mpasi, masalah makan pada anak dll yang memang sedang in pada saat ini. Kalo masalah makan pada anak sih kayanya masalah sepanjang masa deh ya, maka dari itu sebagai ibu saya harus terus belajar supaya ga grogi ngedepin anak2 yang lagi GTM (Gerakan Tutup Mulut) *sigh
Sekian dulu perkenalan dari saya yaa,, ini juga lagi cepet2an mau mandikan anak soalnyaa, ahahahaaa...