Chiffon
adalah cake yang unik cara pembuatannya. Selain cara pencampuran adonan yg
harus memisahkan antar kocokan putih telur dan adonan kuning telur, proses
pematangan ketika cake keluar dari oven pun unik, aneh kalau saya bilang sih,
:p. Kenapa aneh?Karena si loyang harus segera dibalik di atas botol *sambil
bayangin yah* atau kalau loyang sudah berkaki cukup dibalikkan di atas
kaki-kaki tersebut, sampai cake dingin, baru dikeluarkan dari loyang. Bingung
ya?Hihii saya aja yang nulis juga bingung :D. Usut punya usut, cake ini diperlakukan
seperti itu karena supaya tekstur cake yang lembuuuut dan termasuk tinggi ini
bisa mempertahankan bentuknya. Oleh karena itu, loyang tidak boleh dipoles
mentega di seluruh sisinya supaya si cake tidak melorot dan peyot. Ga cantik
lagi kan kalau peyot. Hahaa, yuk mari cekidot resepnya. Saya copas dari mbah
suhu saya mbak Neva *panggil2 pake speaker*, beliaulah yang mengajari saya
membuat cake aneh ini. Eh tapi resep aslinya dari blog mbak Rina Dapur Manis
Choco
Banana chiffon:
Bahan
:
3
butir putih telur
1/2
sdt garam
1
sdt air jeruk nipis/cuka
75
gr gula halus
75
gr tepung terigu
2
sdm coklat bubuk
1
sdt baking powder --> skip
1/2
sdt soda kue --> skip
100
gr pisang ambon yang matang, haluskan
3
butir kuning telur
50
ml susu cair
50
ml minyak goreng
Cara
membuat :
1.
Panaskan oven dengan suhu 160 derajat C. Siapkan loyang chiffon bongkar pasang,
biarkan kering. Jangan dioles dengan minyak/margarin ! Panaskan loyang di dalam
oven supaya memuai bagian sambungannya dan tidak bocor.
2.Kocok
putih telur, air jeruk nipis dan garam sampai berbuih, masukkan gula pasir
dalam 3 tahap sambil dikocok menggunakan speed agak tinggi sampai mengkilat dan
kaku. Kocokan ini akan memakan waktu 4-5 menit jika menggunakan hand mixer.
Sisihkan.
3.
Campur susu dan minyak goreng, sisihkan
4.
Dalam wadah yang lain campur terigu, baking powder dan soda kue sampai rata.
Masukkan pisang halus dan kuning telur. Kocok menggunakan mixer speed rendah
sambil dituangi campuran susu dan minyak goreng. Kocok sampai rata saja tidak
perlu mengembang.
5.
Masukkan 1/3 bagian putih telur kaku ke dalam adonan terigu + pisang, aduk
balik menggunakan spatula sampai rata. Masukkan lagi 1/3 bagian putih telur
kaku, aduk sampai rata. Terakhir masukkan lagi sisa putih telur, aduk rata.
6.
Tuang kedalam loyang yang sudah dipanaskan. Panggang selama 90 menit (1 jam 30
menit ). Sentuh permukaan kue dengan jari. Jika membal dan kering, berarti
sudah matang. Keluarkan dari oven.
7.
Segera balik/telungkupkan loyang menggunakan kaki loyang. Jika loyang tidak
mempunyai kaki, sangga menggunakan botol pada bagian yang berlubang dalam
posisi dibalik. Biarkan dingin selama 1.5-2 jam. Kikis bagian tepi loyang
menggunakan pisau tajam dan tipis. Kikis juga bagian tengah dan dasar loyang.
Keluarkan dari loyang, potong dan sajikan
Seperti
biasa, saya selalu berusaha untuk meminimalisasi pemakaian zat-zat tambahan,
supaya generasi penerus bangsa tidak ketagihan terhadap zat-zat kimia sintetis
tersebut. Pengaruh ke tekstur sih ga ya, cuma memang tidak terlalu mengembang
tinggi layaknya cake yang memakai pengembang tambahan tersebut. Buat saya
pribaadi sih ga masyalaaah ya, yang penting rasa tetap enak, hemat ga perlu
jajan di luaran. Tetep dongs jadi emak harus iriiiittt... ˆ⌣ˆ
Silahkan
mencobaaaa...
Waahhhh speakernya berfungsi sempurna. Kedengeran sampe sini... Hihiii... Mba wiwiiiittt fotonya kereeennn ....
BalasHapusAiiiiiihhh jadi maluuuu,,,... Keren kan kaya orangnyaaa *ngumpet di balik wajan
BalasHapus