Selasa, 17 September 2013

Toilet Training (sharing)

Apa yang ada di benak anda jika mendengar kata Toilet Training? Seru, was2, takut, malas?? Hihiii sepertinya semua jawaban benar ya. Toilet Training adalah usaha untuk mengenalkan dan melatih anak supaya bisa buang air sendiri, baik BAK (Buang Air Kecil) maupun BAB (Buang Air Besar). Pelatihan toilet training itu sendiri memerlukan kesabaran dan kesiapan kedua belah pihak, yaitu ortu dan anak. Banyak sekali metode2 yang bisa dilakukan demi tercapainya TT tersebut, namun tetap pada intinya harus sabar, konsisten dan siap.
Saya sudah mengalami semuanya terhadap kedua anak saya, dengan cara yang berbeda. Mengapa?? Yap, karena tiap anak mempunyai karakteristik berbeda2 dan juga perlakuan saya terhadap kk (Echi) dan adek (Lyra) juga berbeda. Didasari oleh ketidaktahuan tentang toilet training itu sendiri, membuat masa2 TT Echi dulu penuh dengan emosi. Selain karena usia saya yang waktu itu terbilang sangat muda (ciyeee), 21th,  saya juga masih harus menempuh beberapa mata kuliah yang sempat saya tinggalkan sejak kehamilan sampai kelahiran Echi. Bisa dibayangkan dong ya galaunya saya. Tidak ada orangtua yang mendampingi. Adapun mertua tapi tidak tinggal seatap dengan kami.
Waktu itu terasa susaaaah sekali untuk mengajari Echi supaya bisa pipis di toilet, apalagi pup, haduww pe-er banget deh. Sudah setiap hari diajarkan tidak memakai pospak lagi, sudah diajari kalau mau pipis bilang, dia selalu mengangguk tanda mengerti tapi kenyataannya, waahh dia baru bilang pipis ketika air pipis sudah keluar mengalir ke lantai. Apalagi kalau mau BAB/pup, dia yang awalnya ceria tiba2 terdiam dan hening, ngeden di tempat, yess kecolongan lagi saya. Saya tidak terlalu ingat detailnya, namun kesimpulannya adalah susaaah sekali melatih echi TT dengan berbagai latar belakang tadi ya, mungkin ditambah dengan kondisi Echi yang belum siap. Susah, sedih, pengen marah, pengen nangis, apalagi memikirkan skripsi saat itu,, aaaarrghhhh rasanya pengen teriak2 jambak2 rambut.


yang akur ya anak2 mama :*

Berbeda sekali dengan proses TT yang dilalui adeknya, Lyra. Saat ini dia berusia 22 bulan kurang 5 hari. Sejak usia 21bulan dia sudah bisa lepas diaper sepanjang pagi-sore. Dan sekitar 2minggu setelah itu saya coba untuk lepas diaper saat tidur malam. Berhasil?? Tentuuu doong *jogedjoged. Bagaimana triknyaa? Begini, awal mulanya saya malah tidak berniat untuk mengajari Lyra TT mengingat usianya yang menurut saya masih kecil. Waktu itu akhir bulan yang menyedihkan, karena persediaan diaper lyra tinggal beberapa saja. Akhirnya nekatlah saya untuk tidak memakaikan diaper pada Lyra. "Sesekali aja lah", niat awalnya begitu. Awalnya dia tidak nyaman dengan kondisi itu, dia terlihat selalu memegangi celananya. Setiap saya tanya "dd mau pipis", dia mengulangnya "pipis". Akhirnya saya gotong sambil berlari supaya tidak kecolongan. Saya jongkokkan dan saya tunggu beberapa detik, "dah" kata dia. "Loh kok sudah dek, mana pipisnya?" Dia kekeh bilang "dah" -__-, owkay owkay, harus sabaar. *tarik nafas. Tidak lama kira2 1 jam saya tawarkan lagi untuk pipis, tanpa dia jawab langsung saya gotong dia *pemaksaan* dan yess dia pipis, giraaaang banget hati saya saat itu. Langsung saya puji dan saya cium rambu+keningnya,, sambil saya berkata "dd kalau mau e'ek disitu yaa", sambil nunjuk potty seat milik kk echi. Dia mengangguk "he'em". Semangat makin membara nih saya, perjuangan dimulai. Naik level, saya mencoba untuk tetap tidak memakaikan diaper saat tidur siang, namun diawali dengan pipis sebelum tidur, namun beberapa kali dia mengompol, hihii. Marahkah saya? Tidak..!! Kondisi saya saat ini benar2 siap untuk melatih Lyra TT begitupun sebaliknya, Lyra terlihat begitu antusias melalui training yang dia jalani, jadi saya harus sabar. 1minggu berlalu Lyra semakin nyaman dengan dirinya yang tanpa diaper lagi. Dia sudah bisa bilang "ma, pipis" walaupun kadang tidak setetespun yang keluar, tapi saya sangat bangga padanya. Begitu pula dengan pup nya, dia juga bilang "ma pipis" namun saya tahu kalau dia mau pup karena dia bilang sambil posisi jongkok dan hening. Setelah didudukkan di potty seat, dia pun pup. Naik level lagi, sekarang melatih tanpa diaper sepanjang hari, dengan melakukan kebiasaan baru. Sebelum tidur, pipis, cuci kaki, tangan, gosok gigi (semua dilakukan bersama2 kk nya). Dan dia sangat menikmatinya. Sukses kah? Pastiii,, beberapa kali saya pasang diaper sebelum tidur dan saya menemukan diaper nya masih bersih saat bangun pagi. Good Job, Good Girl..! Keesokan harinya saya lepas sama sekali, saya hanya memakaikan celana rangkap (CD dan celana tidur) diapun berhasil melaluinya. Beberapa kali dia gelisah, tengah malam dan teriak minta pipis. Dan pipislah dia dengan mata terpejam dan kepala goyang2, hahaa..,lucu sekali. Berhasil toilet training saya pada anak kedua ini, saya bersyukur diberikan kemudahan untuk menjalaninya. Selain ada kesiapan dari kedua belah pihak, adanya pendukung dalam hal ini kk echi tersayang, si adek jadi lebih mudah diarahkan. Mengapa tidak melibatkan papanya anak2? Karena beliau sedang menempuh sekolah lanjutan di luar kota. Namun saya yakin berkat doa beliau saya diberikan kemudahan menjaga anak-anak ketika beliau tidak bisa mendampingi, Love u papa :* . Eitss tapi jangan senang dulu, masih ada pe-er satu lagi, yaitu WWL, proses penyapihan dengan penuh cinta. Yang satu ini sepertinya prosesnya sangat tidak mudah, butuh proses panjang dan kesiapan mental dan fisik antara saya dan Lyra. Akankah berhasil?? Kita lihat saja nanti. Nantikan kabar terupdate selanjutnya yaaa... ^^


dd Lyra bangun tidur nihh :*



Note : Kesimpulan dari sharing saya di atas adalah Toilet Training adalah proses alamiah yang pasti akan dilalui anak, berapapun usianya. Pahamilah bahwa karakteristik anak satu dengan yang lainnya tidak sama. Oleh karena itu, persiapkanlah sesuatu dengan sebaik-baiknya, agar proses yang dijalani sesuai dengan yang diharapkan dan hasil yang didapat juga maksimal. Salam semangat Toilet Training moms..!! #cheers dulu dongs \^^/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar